Google+ Followers

Rabu, 25 Desember 2013

GEDANG GORENG

GEDANG GORENG
PISANG kepok, biasanya Anda temui pada suguhan menu bersantai alias Nyamikan. Sudahkah Anda mengetahui lebih dalam tentang pisang kepok?

Simak beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar buah satu ini:

- Ada dua jenis pisang kepok, yaitu pisang kepok putih dan pisang kepok kuning. Pisang kepok putih lebih kecil, kulitnya tipis, isinya empuk, tapi kurang enak. Sementara, pisang kepok kuning (biasa disebut merah) lebih besar. Kulitnya lebih tebal, isinya lebih padat, dan rasanya lebih enak. Biasanya banyak diolah sebagai pisang goreng atau keripik pisang.

- Kandungan nutrisi pisang setiap satu buahnya mengandung 11mg kalsium, 35mg fosfor, 1mg zat besi, 503mg potassium, 260IU vitamin A, 1mg niasin, dan 14mg vitamin C.

- Khrom yang terkandung dalam pisang bersama insulin berfungsi dalam metabolisme karbhohidrat yang memfasilitas masuknya glukosa ke dalam sel-sel tubuh. Kekurangan khrom dapat menyebabkan terjadinya gangguan toleransi glukosa. Khrom juga berfungsi dalam metabolisme lipid (lemak tubuh). Pisang juga kaya serat yang sangat baik untuk pencernaan.

- Ciri pisang kepok yang baik, yakni berbentuk padat, besar, dan bila diangkat lebih berat.

- Supaya pisang tidak cepat matang dan lebih tahan lama, bungkus dengan plastik dan simpan di dalam lemari es.

- Kalau pisang matang karena disemprot, warnanya kuning merata dalam satu sisir. sementara kalau pisang matang di pohon, warna kuningnya tidak merata (sebagian kuning dan sebagian lainnya masih mentah atau berwarna hijau)


MANFAAT PISANG KEPOK

Pisang adalah buah yang tumbuh berkelompok. Tanaman dari keluarga
Musaceae ini hidup di daerah tropis dengan jenis yang berbeda-beda.
Sebut saja pisang ambon, pisang sereh, pisang raja, pisang tanduk, dan
pisang sunripe, dan pisang kepok.

Bentuk buah pisang kepok agak gepeng dan bersegi. Karena bentuknya
gepeng, ada yang menyebutnya pisang gepeng. Ukuran buahnya kecil,
panjangnya 10-12 cm dan beratnya 80-120 g. Kulit buahnya sangat tebal
dengan warna kuning kehijauan dan kadang bernoda cokelat.

Berbeda dengan pisang ambon dan pisang raja yang sering dijadikan buah
meja, maka pisang kepok kuning enak dikonsumsi setelah diolah. Daging
buahnya manis. Bahkan buahnya yang masih mengkel, belum terlalu masak,
sudah enak kalau dikukus.

Hidangan yang memanfaatkan pisang kepok kuning juga beragam, dari
pisang goreng pasir, kolak pisang, gethuk pisang, carang gesing,
hingga pisang epe. Semuanya lezat.

Dunia industri membudidayakan pisang kepok kuning ini untuk tepung,
kripik, cuka, bir, dan puree.
Selain buahnya, pohon pisangnya sendiri punya banyak manfaat. Daun dan
batang pisang sangat berperan untuk upacara-upacara adat. Daunnya
dimanfaatkan juga untuk pembungkus hidangan. Serat pelepah pisangnya
bahkan dapat dijadikan kain dan bahan kerajinan. Dan hati pohon
pisang, yaitu bagian tengah batang pisang, bagus buat pakan ternak.

Dari sentra informasi IPTEK juga disebutkan bahwa tanaman pisang
kepok memegang peranan penting dalam pengobatan tradisional. Daun
pisang yang muda, yang warnanya masih hijau pupus dan tergulung itu
digunakan sebagai obat sakit dada dan sebagai tapal dingin untuk kulit
yang bengkak atau lecet. Air yang keluar dari pangkal batang yang
ditusuk digunakan untuk disuntikkan ke dalam saluran kencing untuk
mengobati penyakit raja singa, disentri, dan diare; air ini juga
digunakan untuk menyetop rontoknya rambut dan merangsang pertumbuhan
rambut. Cairan yang keluar dari akar bersifat anti-demam dan memiliki
daya pemulihan kembali.

Buah yang belum terlalu matang bagus untuk diet penderita penyakit
batuk darah (haemoptysis) dan kencing manis. Dalam keadaan kering,
pisang bersifat antisariawan usus. Buah yang matang sempurna merupakan
makanan mewah jika dimakan pagi-pagi sekali karena kandungan gizinya.
Tepung yang dibuat dari pisang digunakan untuk gangguan pencernaan
yang disertai perut kembung dan kelebihan asam.

Kandungan Nutrisi
Secara umum pisang mempunyai kandungan gizi yang baik. Buah yang
sangat disuka monyet ini kaya karbohidrat, mineral, dan vitamin.

Mengacu dari Wikipedia, 100 gr pisang memasok 136 kalori. Ini berarti
kandungannya 2 kali lipat dibandingkan apel. Kandungan energi pisang
merupakan energi instan, yang mudah tersedia dalam waktu singkat,
sehingga bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan kalori sesaat.

Sedangkan kandungan protein dan lemak pisang sangat rendah, yaitu
hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Karena itu, tidak perlu takut
kegemukan walau mengonsumsi pisang dalam jumlah banyak.

Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan
besi. Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral
pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya (100 persen) dapat diserap
tubuh.
Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu
betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada
apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin,
riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).

Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100
gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam
metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme
protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif
sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari
karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi
bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.

sumber :
http://dapurmlandhing.dagdigdug.com/2008/04/26/pisang-kepok-kuning/
Posting Komentar